KULTUR SEKOLAH

Kultur sekolah

Nama: Mutiatul Adawiyah
Nim: 11901153

Pengertian Kultur Sekolah 
Menurut Antropologi (Koentjaraningrat, 2003: 72) kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar. Kultur merupakan pandangan hidup yang diakui bersama oleh suatu kelompok masyarakat, yang mencakup cara berfikir, perilaku,
sikap, nilai yang tercermin baik dalam wujud fisik maupun abstrak. Oleh karena itu, suatu kultur secara alami akan diwariskan oleh suatu generasi kepada generasi berikutnya. Sekolah merupakan lembaga utama yang didesain untuk memeperlancar proses transmisi kultural antar generasi tersebut (Ariefa Efianingrum, 2009: 21). 

Jadi kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas internal-latar, lingkungan, suasana, rasa, sifat dan iklim yang dirasakan oleh seluruh orang. Kultur sekolah merupakan kultur organisasi dalam konteks
persekolahan, sehingga kultur sekolah kurang lebih sama dengan kultur organisasi pendidikan. Kultur sekolah dapat diartikan sebagai kualitas kehidupan sebuah sekolah yang tumbuh dan berkembang berdasarkan spirit dan nilai-nilai sebuah sekolah. Biasanya kultur sekolah ditampilkan dalam bentuk bagaimana kepala sekolah, guru dan tenaga kependidikan lainnya bekerja, belajar dan berhubungan satu sama lainnya sehingga menjadi tradisi sekolah.

Karakteristik Kultur Sekolah
Kultur sekolah diharapkan memperbaiki mutu sekolah, kinerja disekolah dan mutu kehidupan yang diharapkan memiliki ciri sehat, dinamis atau aktif, positif, dan profesional. Sekolah perlu memperkecil
ciri tanpa kultur anarkhis, negatif, beracun, bias dan dominatif. Kultur sekolah sehat memberikan peluang sekolah dan warga sekolah berfungsi secara optimal, bekerja secara efisien, energik, penuh vitalitas, memiliki semangat tinggi, dan akan mampu terus berkembang. Sifat dinamika kultur sekolah tidak hanya diakibatkan oleh dampak keterkaitan kultur sekolah dengan kultur sekitarnya, melainkan juga antar lapisan-lapisan kultur tersebut. Perubahan-perubahan pola perilaku dapat secara proses mengubah sistem nilai dan keyakinan pelaku dan bahkan mengubah sistem asumsi yang ada, walaupun ini sangat sukar. Dinamika kultur sekolah dapat saja menghadirkan konflik dan jika ini ditangani dengan bijak dan sehat dapat membawa perubahan yang positif (Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 6-7).

Kultur-kultur yang direkomendasikan Depdiknas untuk dikembangkan antara lain :

1. Kultur yang terkait prestasi/kualitas : 
a. semangat membaca dan mencari referensi
b. keterampilan siswa mengkritisi data dan memecahkan masalah hidup
c. kecerdasan emosional siswa
d. keterampilan komunikasi siswa, baik itu secara lisan maupun tertulis
e. kemampuan siswa untuk berpikir obyektif dan sistematis.

2. Kultur yang terkait dengan kehidupan sosial :
a. nilai-nilai keimanan dan ketaqwaan
b. nilai-nilai keterbukaan
c. nilai- nilai kejujuran
d. nilai-nilai semangat hidup
e. nilai-nilai semangat belajar
f. nilai-nilai menyadari diri sendiri dan keberadaan orang lain
g. nilai-nilai untuk menghargai orang lain
h. nilai-nilai persatuan dan kesatuan
i. nilai-nilai untuk selalu bersikap dan berprasangka positif
j. nilai-nilai disiplin diri
k. nilai-nilai tanggung jawab
l. nilai-nilai kebersamaan
m. nilai-nilai saling percaya
n. dan nilai-nilai yang lain sesuai kondisi sekolah (Depdiknas Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003: 25-26).

Fungsi Kultur Sekolah
Dalam upaya meningkatkan peningkatan mutu sekolah dituntut terus menerus perbaikan, pengembangan kualitasnya melalui peningkatan mutu. Kultur sekolah memegang peran penting dalam peningkatan mutu karena memiliki fungsi empat, yaitu:
1. Sebagai alat untuk membangun identitas.
2. Kultur sekolah akan mendorong warga sekolah untuk memiliki komitmen yang tinggi.
3. Kultur sekolah akan mendorong terbentuknya stabilitas dan dinamika sosial yang berkualitas. Hal ini penting agar lingkungan sekolah menjadi kondusif yang tidak terganggu oleh konflik yang akan menghambat peningkatan mutu pendidikan.
4. Budaya sekolah akan membangun keberlangsungan lingkungan yang positif bagi warga sekolah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Strategi Pembelajaran

Media Pembelajaran Individual

KARAKTERISTIK SISWA