MANAJEMEN KELAS
Manajemen Kelas
Nama: Mutiatul Adawiyah
Nim: 11901153
Pendidikan pada kenyataan merupakan usaha sadar untuk menumbuhkembangkan potensi sumber daya peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mengajar peserta didik. Salah satu unsur penting dalam pendidikan adalah guru. Guru merupakan ujung tombak dalam pendidikan dunia. Hal ini mengingat keberadaan guru yang merupakan pihak yang paling sering diukur dengan peserta didik, terutama ketika mereka di sekolah. Guru tidak hanya berbagi. Berbagi ilmu pengetahuan, ia juga berperan sebagai fasilitator, organisator, motivator, mediator, dan evaluator, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara efektif
Untuk menciptakan proses belajar mengajar yang efektif, calon guru, guru baru, bahkan guru yang telah berpengalaman harus memperhatikan beberapa asepk penunjang pendidikan. Salah satu aspek pendidikan yang sangat mendesak untuk diperhatikan dan dilaksanakan dengan baik agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan optimal adalah manajemen kelas. Manajemen kelas itu merupakan perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan menciptakan kondisi kelas yang memungkinkan para peserta didik mencapai tujuan-tujuan belajarnya secara efektif atau memungkinkan peserta didik belajar dengan baik.
A. Pengertian Manajemen Kelas
Manajemen kelas adalah proses perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan, dan pengawasan kegiatan pembelajaran guru dengan segenap penggunaan sumber daya untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan secara efektif dan efisien. Manajemen adalah rangkaian kegiatan atau tindakan yang dimaksud untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan berlangsungnya pembelajaran, manajemen kelas merupakan persyaratan penting yang menentukan terciptanya pembelajaran yang efektif. Penciptaan kelas yang nyaman merupakan kajian dari manajemen kelas, sebab manajemen kelas merupakan serangkaian perilaku guru dalam upayanya menciptakan dan memelihara kondisi kelas yang memungkinkan peserta didik untuk belajar dengan baik. Keefektifan manajemen kelas sangat tergantung kepada bagaimana guru memahami berbagai aspek pelaksanaannya.
Inovasi dalam bidang pendidikan terus digalakkan guna menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi dalam bidang pendidikan. Inovasi dalam bidang pendidikan tersebut seperti kurikulum, metode mengajar, media pembelajaran, administrasi pendidikan, dan strategi pembelajaran. Implikasi dari inovasi dalam bidang pendidikan adalah bahwa ukuran keberhasilan proses belajar mengajar guru di kelas mengalami perubahan, tuntutan ketertiban kelas juga menjadi berubah. Pembelajaran yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh pembaharuan kurikulum, fasilitas yang tersedia, kepribadian guru yang simpatik, pembelajaran yang penuh kesan, wawasan pengetahuan guru yang luas tentang semua bidang, melainkan juga guru harus menguasai kiat manajemen kelas. Setiap kegiatan belajar mengajar mengisyaratkan tercapainya tujuan, baik tujuan instruksional maupun tujuan pengiring. Namun tidak dapat dipungkiri keadaan di kelas sering kali tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan.
Adapun pengertian Manajemen Kelas menurut para ahli yaitu:
1. Suhardian dkk (2009:106)
Pengertian manajemen kelas menurut Suhardian dkk adalah segala usaha yang diarahkan untuk mewujudkan suasana belajar yang efektif dan menyenangkan serta bisa memotivasi siswa untuk belajar dengan baik sesuai dengan kemampuan. Atau bisa dikatakan bahwa manajemen kelas merupakan usaha sadar untuk mengatur aktivitas proses belajar mengajar secara sistematis.
2. Sulistitirini (2006:66)
Pengertian manajemen kelas menurut Sulistiyirini adalah proses atau usaha yang dilakukan oleh seorang guru secara sistematis untuk menciptakan dan mewujudkan kondisi kelas yang dinamis dan kondusif dalam rangka menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.
3. Djamarah (2000:173)
Pengertian manajemen kelas menurut Djamarah adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses iteraksi edukatif mencapai tujuan pembelajaran.
B. Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan manajemen kelas adalah:
1. mewujudkan situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai kelompok belajar yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan semaksimal mungkin
2. menghilangkan berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran
3. menyediakan dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan siswa belajar sesuai dengan lingkungan sosial, emosional, dan intelektual siswa dalam kelas
4. membina dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi, budaya, serta sifat-sifat individunya. Kemampuan guru memahami konsep manajemen kelas dan mampu mengimplementasinya menjadi faktor penentu keberhasilan pembelajaran.
C. Prinsip Manajemen Kelas
Dalam manajemen kelas terdapat beberapa prinsip yang harus diperhatikan sebagai prasyaratan menciptakan satu model pembelajaran yang efektif dan efisien yaitu:
1. Prinsip Kesiapan “Readiness”
Kesiapan belajar ialah kematangan dan pertumbuhan fisik, psikis, inteligensi, latar belakang pengalaman, hasil belajar yang baku, motivasi, persepsi dan faktor-faktor lain yang memungkinkan seseorang dapat belajar.
2. Prinsip Motivasi “Motivation”
Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Adanya motivasi pada peserta didik maka akan bersungguh-sungguh menunjukkan minat, mempunyai perhatian dan rasa ingin tahu yang kuat untuk ikut serta dalam kegiatan belajar, berusaha keras dan memberikan waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan tersebut serta terus bekerja sampai tugas-tugas tersebuty terselesaikan.
3 Prinsip Perhatian
Perhatian merupakan suatu strategi kognitif yang mencakup empat keterampilan yaitu berorientasi pada suatu masalah, meninjau sepintas isi masalah, memusatkan diri pada aspek-aspek yang relevan dan mengabaikan stimuli yang tidak relevan. Dalam proses pembelajaran perhatian merupakan faktor yang besar pengaruhnya.
4 Prinsip Persepsi
Prinsip umum yang perlu diperhatikan dalam menggunakan persepsi adalah:
- Makin baik persepsi mengenai sesuatu makin mudah peserta didik belajar mengingat sesuatu tersebut.
- Dalam pembelajaran perlu dihindari persepsi yang salah karena hal ini akan memberikan pengertian yang salah pula pada peserta didik tentang apa yang dipelajari.
- Dalam pembelajaran perlu diupayakan berbagai sumber belajar yang dapat mendekati benda sesungguhnya sehingga peserta didik memperoleh persepsi yang lebih akurat.
5. Prinsip Retensi
Retensi adalah apa yang tertinggal dan dapat diingat kembali setelah seseorang mempelajari sesuatu. Dengan retensi membuat apa yang dipelajari dapat bertahan atau tertinggal lebih lama dalam struktur kognitif dan dapat diingat kembali jika diperlukan. Karena itu retensi sangat menentukan hasil yang diperoleh peserta didik dalam proses pembelajaran.
D. Aspek Manajemen Kelas
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif. Kegiatan-kegiatan yang perlu dilaksanakan dalam manajemen kelas sebagai aspek-aspek manajemen kelas, seperti tertuang dalam Dirjen Dikdasmen (2000) adalah:
1. mengecek kehadiran siswa
2. mengumpulkan hasil pekerjaan siswa, memeriksa, dan menilai hasil pekerjaan tersebut
3. pendistribusian bahan dan alat
4. mengumpulkan informasi siswa, mencatat data pemeliharaan arsip
5. menyampaikan materi pelajaran
6. memberikan tugas
Berdasarkan paparan di atas dapat diketahui bahwa Manajemen kelas ditekankan pada aspek pengaturan lingkungan pembelajaran yaitu berkaitan dengan siswa dan barang/fasilitas. Kegiatan guru tersebut dapat berupa pengaturan kondisi dan fasilitas yang berada di dalam kelas yang diperlukan dalam proses pembelajaran di antaranya tempat duduk, perlengkapan dan bahan ajar, dan lingkungan kelas.
Guru yang profesional adalah guru yang memiliki kemampuan dalam mengelola atau mendesain kelas, yaitu menyediakan iklim yang kondusif untuk berlangsungnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Apabila suasana belum kondusif, maka seorang guru harus berupaya seoptimal mungkin untuk menguasai, mengatur membenahi, dan menciptakan suasana kelas yang kondusif, sehingga proses pembelajaran dapat berjalan optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan.
Komentar
Posting Komentar